
Salakan, 30 September 2024
Stakeholder Meeting yaitu pertemuan pemangku kepentingan tingkat Kabupaten yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Banggai Kepulauan pada Senin 30 September 2024 di kantor Bupati Banggai Kepulauan. Kegiatan dilaksanakan dengan Bincang Literasi secara online maupun offline untuk mengefektifkan waktu dan efisiensi anggaran, tema kegiatan yaitu ” Bincang Literasi terjalin komunikasi kolaboratif dan produktif demi meningkatkan SDM melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial” Tujuan kegiatan ini adalah untuk membangun komitmen para pemangku kepentingan demi keberlanjutan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), tutur Kepala Dispusip pada awal perbincangan.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa, Pengelola Perpusdes, Kepala Sekolah, Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Bangkep, Taman Baca Masyarakat (TBM) Pelita dan undangan lainnya. Sebagai Narasumber Kepala Dispusip (Ramlin Hamid ) dengan materi “Kemitraan Program TPBIS di Kabupaten Banggai Kepulauan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) (Muh. Aris Susanto ) memaparkan Arah Kebijakan Pemda untuk kemajuan Perpustakaan Desa, dilanjutkan dengan Diskusi peserta bersama Narasumber sehingga tercapai kesepakatan yaitu:
- Bersinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan di Daerah untuk memperkuat peningkatan Literasi Masyarakat melalui TPBIS.
- Memfasilitasi bantuan koleksi buku buat Perpusdes oleh BNI, dan Bank Sulteng setempat.
- Mereplikasi program setiap tahun.
- Bekerjasama dengan perpustakaan Sekolah SD, SMP, SMA dalam upaya pengembangan literasi masyarakat.
- Mengadakan Bimbingan Teknis Pengelolaan Perpustakaan oleh Dispusip difasilitasi DPMD.
Diakhir kegiatan semua peserta kegiatan mengharapkan komitmen masing -masing pihak baik di tingkat Desa, Sekolah, dan tingkat Daerah untuk mengembangkan Literasi karena Literasi adalah dasar pembangunan SDM, Literasi akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
“Pengetahuan adalah kekuatan, tetapi tanpa tindakan, ia tidak berarti apa-apa” – Aristoteles
( DPK-Bangkep).



