
Tangkop, 3 Desember 2024
Kegiatan adat “Malabot Tumbe” yang melibatkan Kabupaten Banggai,Kabupaten Banggai Kepulauan,Kabupaten Banggai Laut merupakan agenda rutin tahunan. Tradisi secara turun temurun dari leluhur Banggai Bersaudara telah tercatat sebagai acara adat Nusantara yang semakin terkenal di Wilayah tanah air. Sehingga banyak wisatawan yang datang untuk menyaksikan kegiatan tersebut.
Adapun prosesinya sejak adanya telur perdana burung Maleo di Desa Batui wajib diantarkan ke kerajaan Banggai di Banggai Laut, namun dalam penyeberangan lautan perahu atau kapal pengantar rombongan bersama telur Maleo selalu singga di Tanjung Pinalong Desa Tangkop. Telur burung Maleo adalah simbol kelangsungan hidup satwa endemik yang terancam punah.
Pada tanggal 3 Desember 2024, masayarakat Desa Tangkop bersama pemerintah Kecamatan Liang dan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menanti kedatangan mereka.Rahmat Labou S.TP Staf Ahli Bupati mewakili Bupati Banggai Kepulauan, Arkam Supu S.Th.I.,MH Ketua DPRD Bangkep, pada saat itu menerima rombongan pengantar telur maleo oleh tokoh adat Batui.
Penyambutan yang begitu antusias penuh kekeluargaan disertai tampilan tarian Daerah dan prosesi ritual adat yang menambah semarak acara pada saat itu. Staf Ahli Bupati dalam sambutannya menyampaikan: ” Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa adat mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam bingkai kebersamaan dan persatuan”
Tujuan dilaksanakan kegiatan yaitu:
- Menumbuh kembangkan aspek Kebudayaan agar tetap lestari.
- Mempromosikan kekayaan alam berupa satwa endemik,destinasi wisata,dan kebudayaan Banggai.
- Mempererat tali persaudaraan dan persatuan masyarakat tiga Daerah Kabupaten.
Hadir pada kegiatan ini, Kepala Dinas Pariwisata bersama Staf, Tim Penelusuran Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banggai Kepulauan, Camat Liang, Pemerintah Desa beserta masyarakat Desa Tangkop dan desa Pinalong. Usai acara penyambutan selanjutnya rombongan dilepas menuju Banggai Kabupaten Banggai Laut.(DPK -Bangkep ).


