SINOPSIS BUKU
MENAPAKI JALAN KEPEMIMPINAN DI BANGGAI KEPULAUAN
Kisah Pengabdian Rusli Moidady untuk Negeri

Penulis : M. Yamin Talib
Penerbit : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Banggai Kepulauan
Jenis Bahan : Monograf Teks
Jenis Buku : Non Fiksi
Editor : Ramlin M. Hamid, S.Pd.SD,M.AP
Desain Sampul : Hartati, S.Kom
Proofreader : Ahmad Intje Dahlan.
Jumlah Halaman : i + 206
Dimensi : 14 X 21 Cm
Bentuk Klasifikasi Buku :
- Kepemimpinan
- Pemerintahan Daerah
- Biografi Tokoh
- Administrasi Publik
- Banggai Kepulauan
Tahun Terbit : 2026
Memberikan gambaran ringkas dan menyeluruh tentang isi buku yang mengangkat
perjalanan kepemimpinan, nilai pengabdian, serta refleksi birokrasi dan pelayanan publik
melalui sosok Rusli Moidady.
Isi:
Ringkasan perjalanan hidup, pendidikan, karier birokrasi, nilai kepemimpinan,
profesionalisme dan netralitas ASN, serta refleksi pengabdian dalam penyelenggaraan
Pemerintahan di Banggai Kepulauan
Buku ini mengisahkan perjalanan pengabdian Rusli Moidady sebagai seorang aparatur
negara yang tumbuh dari kesederhanaan Desa Mansamat hingga mencapai puncak karier
birokrasi sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan. Disusun secara
kronologis dan reflektif, buku ini menelusuri proses pembentukan karakter
kepemimpinan yang berakar pada nilai keluarga, pendidikan, integritas, serta ketulusan
dalam melayani kepentingan publik.
Narasi diawali dari lingkungan keluarga yang menanamkan nilai kejujuran, tanggung
jawab, dan kepedulian sosial melalui keteladanan orang tua. Pendidikan formal dan
pengalaman hidup digambarkan sebagai fondasi penting yang membentuk kesadaran
sosial, etika birokrasi, serta cara pandang Rusli Moidady terhadap kepemimpinan sebagai
amanah, bukan sekadar jabatan.
Perjalanan karier birokrasi yang ditempuh dari level teknis hingga jabatan strategis
diuraikan sebagai proses pembelajaran berkelanjutan. Jabatan Sekretaris Daerah
diposisikan sebagai puncak karier Aparatur Sipil Negara, di mana Rusli Moidady
memainkan peran sentral dalam menjaga profesionalisme dan netralitas birokrasi,
memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, serta memastikan kesinambungan
pemerintahan di tengah dinamika kebijakan dan tantangan geografis wilayah kepulauan.
Pada fase krusial ini, buku menyoroti keputusan besar Rusli Moidady untuk mengakhiri
pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara. Setelah mencapai puncak karier birokrasi,
ia, memilih untuk keluar dari zona aman ASN dan tampil dalam kontestasi politik daerah.
Keputusan tersebut lahir dari refleksi mendalam bahwa pengabdian tidak berhenti pada
batas struktural birokrasi, melainkan dapat dilanjutkan melalui kepemimpinan politik
yang memperoleh mandat langsung dari rakyat. Ketika legitimasi rakyat akhirnya
diberikan melalui proses demokrasi.
Buku ini mengulas momen tersebut sebagai titik balik kepemimpinan Rusli Moidady.
Mandat rakyat dipahami bukan semata sebagai kemenangan politik, tetapi sebagai
kontrak sosial dan moral yang menuntut konsistensi antara janji, visi, dan tindakan nyata.
Pada tahap inilah Rusli Moidady memantapkan visi kepemimpinan daerah yang
berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, pemerataan pelayanan publik, dan
penguatan identitas wilayah kepulauan.
Buku ini juga menggambarkan bagaimana visi dan program pembangunan Banggai
Kepulauan dirumuskan dengan bertumpu pada pengalaman birokrasi sebelumnya,
kebutuhan riil masyarakat, serta karakteristik geografis dan sosial daerah. Fokus
pembangunan diarahkan pada penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan
efektif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, Kesehatan pemerataan infrastruktur
dan pengembangan ekonomi lokal melalui potensi kelautan, pariwisata, serta pelayanan
publik yang inklusif dan berkeadilan.
Pada bagian akhir, kepemimpinan Rusli Moidady sebagai Bupati Banggai Kepulauan
dipotret sebagai fase integrasi antara nilai birokrasi dan legitimasi politik. Kepemimpinan
tidak lagi dimaknai hanya sebagai kemampuan administratif, tetapi sebagai kemampuan
menggerakkan visi, membangun kepercayaan publik, dan menerjemahkan mandat rakyat
ke dalam program pembangunan yang terukur dan berdampak langsung bagi
kesejahteraan masyarakat.
Lebih dari sekadar perjalanan atau biografi, buku ini merupakan refleksi tentang
transformasi kepemimpinan dari birokrasi menuju kepemimpinan politik berbasis
legitimasi rakyat. Kisah ini diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi aparatur sipil
negara, pemimpin daerah, akademisi, dan generasi muda bahwa kepemimpinan sejati lahir
dari proses panjang, integritas pribadi, serta keberanian memikul amanah rakyat demi
kemajuan daerah dan masa depan Banggai Kepulauan.
