Salakan,29 Oktober 2024

Salah satu jenis Literasi  untuk  kesejahteraan  adalah Literasi Budaya  yaitu  pengetahuan, pemahaman  dan keterampilan  individu  dalam bersikap  terhadap  kebudayaan  yang berkembang  dan mempengaruhi  pola hidup  masyarakat. Contoh  kegiatan yang  memupuk  perkembangan budaya ialah Suku, Bahasa, Lagu Daerah, Tarian, Makanan Tradisional, Rumah adat dan acara  adat. Literasi Budaya  saling ketergantungan dengan  Literasi  kewargaan, karena perilaku warga masyarakat yang dilakukan  berulang-ulang menjadi  tradisi yang tumbuh dan berkembang  disuatu Daerah seperti budaya baca, budaya bertutur, budaya bersih, gotong royong, etika dan prikehidupan.

Dalam rangka peringatan HUT ke-25 Banggai Kepulauan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar  lomba Sastra budaya Banggai  dan lomba puisi  bahasa Banggai  bagi  tingkat umum pada tanggal 28-29 Oktober 2024  yang diikuti oleh remaja dan dewasa. Sastra budaya tersebut ditampilkan satu paket  terdiri dari baode, tolunikon, osulen dan balatindak. Baode dan Tolunikon yaitu penyampaian syair atau sulat yang berisi hikayat, nasehat, informasi, himbauan dan harapan ditampilkan dalam bentuk seni tari diiringi tabuh gendang, gong( batong), diselingi dengan tarian Balatindak (tarian perjuangan ). Sulat atau syair ode dan toluni adalah sastra lisan  secara turun temurun  hal ini tidak ditemukan tulisan-tulisan zaman dulu yang menjelaskan tentang itu, iringan lagu yang tidak menarik tetapi bernilai seni karena merupakan ungkapan perasaan oleh para pemain atau pesulat.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Banggai Kepulauan  menyatakan tujuan perlombaan ini yaitu:

  1. Memperkenalkan kepada generasi muda  tentang  sastra budaya yang semakin langka.
  2. Menumbuhkembangkan bahasa daerah Banggai agar tetap dicintai serta dilestarikan.

Dengan  perlombaan ini diharapkan seluruh masyarakat  tetap membudayakannya untuk menghindari  kepunahannya dari kehidupan generasi emas. Diharapkan agar berkelanjutan  dimasa  mendatang banyak diminati.(DPK-Bangkep).